Abdul Wahab Nahkodai PWI Kota Metro

0
413

 

 

METRO
– Ketua PWI Kota Metro masa bhakti 2018-2021 resmi dijabat Abdul Wahab. Ini, setelah dirinya terpilih secara aklamasi pada sidang pleno pemilihan pengurus pada Konferensi ke V PWI Kota Metro, Senin (16/04).

 

Dalam sidang yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Skuntum tersebut, jabatan Sekretaris diamanahkan kepada Rino Panduwinata dan Bendahara kepada Hermansyah Albantani.

Abdul Wahab mengaku siap menjalankan roda organisasi profesi tersebut mengingat terpilih dirinya merupakan suatu amanah dari insan pers yang tergabung di dalam PWI Metro.

Pemilik Tabikpun.com ini mengaku akan menjaga kebersamaan dan persatuan serta menjaga marwah PWI yang tak lain organisasi tertua yang telah lama diakui Dewan Pers.

“Mari kita besarkan organisasi kita bersama-sama dan saling mendukung demi tercapainya program program PWI agar kedepan bisa berjalan sesuai harapan. Tentunya kita juga akan fokuskan dalam peningkatan SDM wartawan, karena itu wajib bagi seorang jurnalist. Kita akan bersinergi dan dukung program program PWI Pusat dan Provinsi yaitu Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI ) dan uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang sangat bermanfaat bagi anggota,” katanya.

Ia berprinsip, untuk membesarkan sebuah organisasi tentu akan berjalan dengan baik jika di tubuh organisasi itu sendiri sudah baik. Jangan sampai terpecah belah, kebersamaan dan persatuan juga adalah kunci utama untuk membesarkan organisasi PWI.

“PWI Metro juga harus menjadi contoh sebagai lembaga yang independent tanpa ada keberpihakan kepada siapapun. Tanpa adanya koordinasi dan musyawarah maka mustahil organisasi dapat berjalan, sehingga berpengaruh terhadap peran sebagai jurnalis,” imbuhnya.

Menurutnya, adanya perbedaan pendapat merupakan sebuah dinamika dalam berorganisasi dan tetap junjung tinggi demokrasi. Namun jika hal tersebut terjadi maka harus diselesaikan dengan bermusyawarah untuk mencapai mufakat.

“Mari kita jaga tradisi kekompakaan ini sampai kapanpun, dan jangan sampai menimbulkan konflik, sering komunikasi supaya tidak terjadi miskom. Saya yakin ada solusi dan menemui titik terang jika didsikusikan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian, S.Kom, MH. Dalam sambutannya yang diwakili Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Lampung Juniardi mengatakan, saat ini berita sangat cepat dan mudah tersebar. Mengingat adanya pergeseran sistem konfensional ke era digital dalam pembuatan berita.

“Oleh karena itu kita sebagai Anggota PWI harus profesional dalam membuat berita. Cover Bot Side. Hal itu harus dilakukan untuk melawan berita hoax yang saat ini mulai mengkhawatirkan dan merusak citra jurnalis selaku pemberi informasi kepada masyarakat,” kata dia.

Ia berpesan agar PWI Kota Metro dapat terus menjaga kekompakan. Juga menjaga kepentingan wartawan dan prodak jurnalistiknya, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

“Yang harus diingat, jika wartawan itu baik namun ada masalah di lapangan yakinlah PWI akan membela mati-matian. Tetapi jika tidak baik, maka ayo ramai-ramai kita dorong dia masuk penjara,” tutupnya. (rls)

LEAVE A REPLY