Dituduh Menipu, Ini Klarifikasi Oknum ASN RPH

0
424
Suwardi menunjukkan kwitansi penyetoran uang kepada oknum ASN yang diduga menipunya.
METRO – Oknum ASN yang bekerja di RPH kota Metro berinisial RS membantah jika dirinya yang mengajak Suwardi, warga Kelurahan Imopuro Kecamatan Metro Pusat untuk berbisnis.

 

Dia menceritakan, pihaknya mengaku hanya meneruskan bisnis yang dijalankan Suwardi bersama kakak iparnya. Dimana, uang setoran awal Suwardi yang sebesar Rp. 40 juta disetorkan kepada kakak ipar Suwardi.

“Jadi saya hanya meneruskan bisnis itu. Karena awalnya Wardi itu bisnis bersama kakak ipar dia,” kata dia ketika dikonfirmasi, Selasa (5/6).

Setelah itu, lanjut dia, Suwardi beberapa kali menyetor uang secara bertahap kepada dirinya. Tota dana milik Suwardi yang disetorkan kepadanya sebanyak Rp. 100 juta.

“Memang total dana itu Rp. 140 juta, tapi yang setor ke saya itu cuma Rp. 100 juta. Karena yang Rp. 40 juta disetorkan kepada kakak ipar Wardi,” terangnya.

Dana tersebut,terus dia, ditanamkan kepada 4 orang. Salah satunya, yakni PT. Bina Sentosa. Rincianya, PT Bina Sentosa sebesar Rp. 75 juta, kemudian Rp. 65 juta ditanamkan kepada 3 orang tukang jagal di RPH yang akan membuat usaha.

“Jadi duit itu masih ada 4 orang. Itu jelas serah terimanya. Ada kwitansi dan lainya,” paparnya.

Dijelaskanya, bisnis tersebut sesuai kesepakatan per Rp. 10 juta uang hasilnya Rp. 450 ribu. Artinya, perbulan Suwardi menerima uang bagi hasil tersebut sebesar Rp. 1,8 juta. “Kesepakatanya segitu. Itu sudah berjalan,” jelasnya.

Menurutnya,bisnis tersebut berhenti total pada tahun 2014. Dimana, dari ke 4 orang yang ditanami dana tersebut usahanya bangkrut. “Mulai dari situlah Suwardi terus menagih ke saya. Tapi saya bilang uang itu masih di orang-orang. Karena memang kondisinya seperti itu,” ucapnya.

Pihaknya mengaku juga sudah meminta bantuan dari LBH, dan beberapa pihak lain untuk menagih uang tersebut kepada orang-orang yang ditanami uang milik Suwardi. Namun, karena memang kondisinya sudah bangkrut uang dana belum bisa dikembalikan.

“Ya gimana memang kondisinya memang sudah bangkrut. Sebelum Suwardi melaporkan saya ke polisi, saya sudah melapor ke polisi duluan untuk menagih itu. Tapi ya itu tadi karena memang kondisinya sudah bangkrut. Tapi yang di PT. Bina Sentosa masih bisa keambil Rp. 10 juta,” jelasnya.

Ditambahkanya, pihaknya mengaku sudah diperiksa pihak berwajib soal laporan Suwardi.

“Sudah. Saya diperiksa di Polsek Metro Pusat. Saya hadirkan 2 orang saksi,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY