Pemkot Metro Akan Tata Taman Merdeka

0
267
Walikota Metro Achmad Pairin ketika diwawancarai awak media.
METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) dalam waktu dekat akan menertibkan taman Merdeka Kota Metro. Sebab, selain menyebabkan kemacetan, para pedagang semakin banyak.

 

Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan, ketika libur lebaran pengunjung Taman Merdeka sangat ramai. Para pengunjung parkir di badan jalan dan menyebabkan kemacetan. Selain itu, ketika pagi hari banyak sampah yang menumpuk.

“Kemarin saya mau masuk ke rumah dinas saja susah karena saking ramainya. Dalam waktu dekat lah nanti kita tertibkan parkirnya.Terutama di depan rumah dinas dan halaman Masjid Taqwa,” katanya.

Untuk para pedagang, lanjut dia, juga akan dipindahkan. Sebab, pedagang di Taman Merdeka semakin bertambah.

“Kalau tempatnya nanti dinas terkait yang akan mengatur. Kalau pedagang yang legal ya kita pindahkan. Kadang-kadang satu pedagang bisa memiliki 2 lapak,” terangnya.

Ditambahkanya, untuk sampah yang menumpuk di Taman Merdeka sudah dibersihkan oleh pasukan kuning.

“Kalau sampah di Taman Merdeka sudah dibersihkan. Tadi pagi saya setelah sarapan keluar melihat-lihat dan sudah dibersihkan,” tambahnya.

Terpisah, Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) Taman Merdeka Kota Metro mendukung upaya Pemkot Metro untuk menertibkan Taman Merdeka.

Ketua P2UP Budi Hartono mengatakan, Taman Merdeka padat dan kumuh disebabkan oleh pedagang dadakan yang leluasa menjajakan barang jualannya di setiap sudut taman.

“Iya mas, tapi itu pedagang dadakan yang memang setiap tahunnya seperti itu. Karena memang tidak ada larangan yang jelas terhadap para pedagang dadakan. Yang pasti kalau anggota paguyuban P2UP mereka yang berdagang di titik mereka seperti biasanya, tidak ada yang menyeberang dari joging track memasuki wilayah RTH,” kata Budi, Kamis (21/6).

Dirinya juga mengaku kecewa terhadap kondisi Taman Merdeka yang terkesan kumuh akibat menjamurnya pedagang dadakan. Padahal, sebanyak 120 orang anggota P2UP rutin bergotong royong membersihkan taman guna menjaga keindahan.

“Kami sendiri sangat kecewa dengan fenomena ini, apa lagi biasanya pedagang dadakan itu kalo sudah selesai mereka langsung bubar begitu saja tanpa mau ikut serta membersihkan kembali tempat mereka berdagang. Tapi kami P2UP sudah memiliki program untuk membersihkan taman merdeka dari sampah bekas hari raya kemarin, intinya kami P2UP merasa berkewajiban untuk ikut menjaga kebersihan taman merdeka yang memang menjadi lahan tempat kami mencari nafkah setiap harinya, tidak hanya di hari raya atau hari besar lainnnya,” paparnya.

Pihaknya mengaku tak mampu mengatasi persoalan membludaknya PKL di Taman Merdeka. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Pemkot Metro segera menertibkan Taman Merdeka. Pihaknya juga menerima bila Taman Merdeka ditata tanpa merelokasi pedagang.

“Iya sebenarnya kami sudah ikut melarang, tapi karena memang kami tidak memiliki kekuatan hukum pasti melarang mereka. Mudah-mudahan saja kedepannya dari Pemkot Metro ada penataan lah supaya itu taman menjadi RTH, ya juga wisata keluarga, wisata kuliner dan terus menjadi ikon kota Metro yang lebih baik lagi. Iya di tertibkan itu maksudnya bukan di relokasi, tapi di tata,” tandasnya. (HN)

LEAVE A REPLY