Komunitas Musik Kreatif Metro Gelar Konser Amal Untuk Lansia dan ABK

0
368
Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda foto bersama Naga Lyla, Trisouls dan trust orchestra.

METRO – Didasari satu misi ingin berbuat bagi anak berkebutuhan khusus dan lansia, para musisi muda Kota Metro yang tergabung dalam Komunitas Musik Kreatif Metro akan menggelar live orchestra dengan tema ‘Musik Ku Untuk Senyum Mu’ di Ballroom Hotel Grand Skuntum, Sabtu (4/8). Konser tersebut akan diramaikan dengan penampilan Trust Orchestra, Naga Lyla, dan Trisouls.

Ketua DPRD Anna Morinda mengatakan, digelarnya konser ini berawal dari ide para pemuda dan musisi Kota Metro yang ingin menonton konser. Dari situ, munculah ide berani mereka untuk mengadakan konser besar di Kota Metro.

”Ini bukan hanya acara amal, tapi juga tontonan yang menarik banget. Ini live orchestra pertama di Kota Metro. Ada Trust Orchestra, Naga Lyla, Trisoul, musisi Metro dan perform Pertuni juga anak-anak berkebutuhan khusus,” paparnya pada konferensi pers di rumah dinas Ketua DPRD, Jumat (3/8).

Selain acara amal, live orchestra kali ini pun dapat menjadi awal berkembangnya musik di Kota Metro. Juga menjadi pintu bagi para musisi di Bumi Sai Wawai dapat mengembangkan dan menambah wawasan agar dapat berprestasi di tingkatan yang lebih tinggi.

”Musisi di Kota Metro ini banyak loh, tetapi mungkin masih banyak yang belum dapat kesempatan mengembangkan potensinya menjadi seorang musisi profesional. Nah, teman-teman dari Trust Orchestra siap berbagi pengetahuan dan pengalaman,” tambahnya.

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha keras hingga konser amal ini dapat terlaksanan. Karena tidak mudah untuk memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus jika hanya mengandalkan APBD Kota Metro.

”Saya hampir tidak pernah ikut ke lapangan, semua dikerjakan Ibu Yunita Owner Andante. Salut semangatnya. Kami juga dapat support dari Bank Indonesia dan perkumpulan bank-bank di Kota Metro. PSMTI juga support. Dandim dan Kapolres juga support. Hasil penggalangan dana dan kepada siapa itu diberikan nanti akan kita publish di media sosial. Saya pastikan semua bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dicek langsung kepada yang bersangkutan kalau tidak percaya,” imbuhnya.

Owner Andante Music School Yunita menambahkan, semangat tim berjuang guna mewujudkan acara ini sangat luar biasa. Konser ini menurutnya adalah sebuah konser yang spesial, karena selain menampilkan Trust Orchestra yang gaungnya sudah go internasional, juga menampilkan Naga Lyla, Trisouls, dan juga akan ada penampilan kolaborasi mereka dengan musisi-musisi Metro.

”Kemudian pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kota Metro, anak-anak ABK  juga yang akan membaca puisi. Pokoknya ini mesti di tonton banget. Dan ini sesuatu banget untuk Kota Metro,” jelasnya.

Ia mengaku banyak mendapat support dari berbagai elemen untuk terselenggaranya kegiatan ini. Seperti Walikota Metro, Dandim, dan Polres Metro, yang sangat ingin kegiatan hebat ini dapat digelar di Kota Metro.

”Karena selain orchetra, ternyata di dalamnya juga melibatkan ABK. Support juga datang dari BI, perkumpulan bank di Kota Metro juga para pengusaha. Pokoknya nyesel kalau nggak dateng,” tukasnya.

Tidak Miliki Gedung yang Representatif

Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda berharap kedepan Kota Metro memiliki gedung teather yang benar-benar mampu menjadi tempat digelarnya barbagai kegiatan teaterikal maupun orkestra. Tentunya hal tersebut diharuskan setelah Kota Metro telah memastikan diri sebagai Kota Pendidikan dan wisata keluarga.

”Konser amal ini adalah support kami warga Kota Metro untuk disampaikan kepada pemerintah bahwa waktu membuat gedung pertemuan standarnya harus seperti itu. Kita bisa panggil tamu-tamu dari luar dan bisa kita kembangkan dan kepariwisataan keluarga kita akan hidup,” tegasnya.

Menurutnya, Kota Metro hanya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat dikembangkan untuk memajukan daerahnya. Dan tidak sedikit musisi di Kota Metro yang bisa menjadi aset untuk menghidupkan visi kota wisata keluarga di Bumi Sai Wawai.

”Di Metro ini musisi banyak, studio musik banyak. Beri ruang mereka ruang, tentu saja yang memadai ya. Jangan sampai gedung orchestra seperti Aula Kelurahan. Artinya saya ini kedepanya sudah mulai mikirnya seperti itu,” tutupnya. (HN)

LEAVE A REPLY