PMI Metro Temukan 36 Pendonor Terjangkit HIV

0
484
Wali Kota Metro Achmad Pairin memotong tumpeng di peringatan gebyar donor darah dan HUT PMI ke 73.
METRO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro menemukan penyakit reaktif Human Immunodeficiency Virus (HIV) di 36 pendonor darah. Temuan ini, berdasarkan hasil uji saring UDD PMI Kota Metro.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Metro dr. Ade Kurniawan menjelaskan, berdasarkan hasil uji saring ditemukan empat penyakit menular. Salah satunya, terdapat peningkatan penyakit reaktif HIV.

“Karena itu kita lakukan MoU atau kerjasama antara UDD PMI, Dinkes, dan RSUD Ahmad Yani. Karena penyakit ini butuh rujukan dan pengobatan ke jenjang selanjutnya,” kata dia di acara gebyar donor darah dan HUT PMI ke 73, Rabu (19/9).

Wali Kota Metro Achmad Pairin menjelaskan, PMI Kota Metro berhasil mendapat 14 ribu kantong darah. Namun, dari jumlah tersebut sekitar 280 kantong darah tidak dapat didistribusikan karena mengandung penyakit.

Menurutnya, sekitar 280 kantong darah yang tidak bisa didistribusikan mengandung penyakit yang berbahaya yakni Hepatitis B dan Hepatitis C, HIV, dan Sipilis.

“Pencapain target sudah terpenuhi. Sampai bulan Agustus kita sudah dapat 14 ribu kantong darah. Tapi sekitar 280 an kantong mengandung tiga penyakit berbahaya. Makanya tidak didistribusikan,” jelasnya.

Dari 280 kantong darah yang tidak bisa didistribusikan, 120 kantong merupakan darah dari pendonor Kota Metro. Sisanya, pendonor darah dari luar daerah.

“Setelah kita evaluasi hasilnya yang dari wilayah Kota Metro 120 kantong. Makanya di cek betul kesehatan darah itu. Jangan sampai darah yang tidak layak didistribusikan. Karena kalau sampai didistribusikan, kita bukan menolong tetapi malah membunuh,” paparnya.

Ditambahkanya, PMI Kota Metro juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melakukan pengobatan terhadap pemilik darah yang mengandung penyakit tersebut.

“Karena penyakit ini adalah penyakit yang ditakuti oleh masyarakat.¬†Makanya kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan supaya dilakukan pengobatan. Kalau yang dari daerah lain ya kita koordinasikan dengan Dinkes sana,” tutupnya. (HN)

LEAVE A REPLY