Sejarah dan Legenda Kapal China dan Pulau Daging Di Tulangbawang

0
135

Megopak.comS,Tulangbawang-Diketahui Kabupaten Tulangbawang salah satu kabupaten di provinsi lampung yang memiliki banyak potensi dan kekayaan alam yang luar biasa dan khasanah budayanya yang unik serta keramahtamahan masyarakatnya, pesona keindahan alam menyatu dengan tradisi dan keragaman seni budaya serta kearifan lokal yang telah mengakar, terjaga dan lestari secara turun temurun sejak dahulu hingga sekarang.

Daratan dan perairannya menampakan rona keindahan. Sungai-sungai dan rawa rawa yang membentang menawarkan aneka kegiatan wisata yang unik dan memberikan kesan keindahan. Dan Kabupaten Tulangbawang juga memiliki beberapa objek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Seperti komplek wisata Cakat Raya, Tangga Raja, dan potensi rawa rawa yang membentang di sepanjang aliran Way Tulangbawang.

Salah satu potensi wisata rawa yang penuh dengan sejarah adalah Pulau Daging dan Kapal Cina yang berada di kecamatan Menggala.Lokasinya tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Tulangbawang di kecamatan Menggala. Hanya berjarak sekitar 5 sampai 10 kilometer dari pusat keramaian kota.

Lokasi Pulau Daging dan Kapal Cina pun juga tidak begitu jauh dari objek wisata tangga raja, hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan.

Namun, para traveler tidak akan bisa langsung sampai menggunakan kendaraan. Jika ingin ke lokasi, traveler harus menitipkan kendaraan terlebih dahulu ke rumah penduduk setempat.

Lokasi Pulau Daging dan Kapal Cina tidak bisa dijangkau dengan kendaraan. Setelah dititipkan, traveler harus berjalan kaki menyusuri ladang warga hingga ke rawa rawa sejauh tiga kilometer.karena setelah sampai di rawa-rawa, akan terlihat sebuah gundukan tanah besar seperti pulau di tengah rawa yang dikelilingi dengan air. Ya, itulah Pulau Daging.

Ibnu salah satu warga setempat, mengungkapkan Jika ingin ke lokasi, pengunjung harus melewati air mengunakan perahu. Namun, jika tidak ingin menggunakan perahu, pengunjung harus datang di saat musim kemarau. Karena, saat itu air akan mengering dan bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Pesona alam Pulau Daging sangatlah indah, jika memasuki musim kemarau dan air sedang surut. Akan terlihat pemandangan indah padang rerumputan dari atas pulau daging. Namun jika sedang musim hujan, padang rerumputan tersebut akan berubah menjadi danau yang mengelilingi pulau pulau daging.

“Kalau musim hujan dan air sedang pasang. Pulau Daging akan terlihat sangat indah dikelilingi dengan air, dan pada saat pasang itu juga Banyak warga yang memancing dengan mengunakan perahu, karena rawa-rawa akan dipenuhi dengan air. Disitu akan ada banyak spesies ikan khas air tawar seperti gabus, jelawat, belida, tomann, patin, nila dan ikan air tawar lainnya”terangnya Rabu (2/12/20)

Tidak jauh dari situ, nampak juga terlihat gundukan tanah dengan ditumbuhi pepohonan rindang yang menyerupai sebuah kapal. warga setempat menyebutnya sebagai Kapal Cina.bagi masyarakat sekitar, Pulau Daging dan Kapal Cina memiliki makna sejarah yang sangat kental dengan awal mula peradaban setempat.

Rusdi Rifai, salah satu tokoh adat setempat menceritakan, dahulu pernah datang armada kapal Cina yang ingin memonopoli perdagangan di Ranjau Tijang atau saat ini dikenal sebagai Kota Menggala.

Untuk menangkal usaha para armada Cina tersebut, datanglah dia bangsawan Tulangbawang, Menak Sengaji dan Menak Ngegulung Sakti bersama pasukannya untuk menumpas armada Cina tersebut.

Peperangan pun terjadi, pasukan Cina terkepung di rawa – rawa sedangkan pasukan Tulangbawang menyerang mereka dari tebing yang tinggi dengan anak panah dan tombak.

Akhirnya Kapal tersebut dapat di tenggelamkan dan orang-orang Cina yang terbunuh kemudian mayatnya di kumpulkan disuatu pulau, yang saat ini dikenal sebagai pulau daging, saat itulah warga mengenal lokasi ini dengan nama Pulau Daging dan rawa Kapal Cina hingga saat ini.(red/IB)

LEAVE A REPLY