Tingkatkan PAD, BPPRD Metro Gelar Pekan Panutan PBB P2

0
456
Wakil Walikota Metro Djohan memberikan reward kepada lurah yang realiasasi PBB mencapai target.

 

METRO – Guna meningkatkan pajak daerah, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro menggelar pekan panutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkantoran (PBBP2) di halaman kantor setempat, Selasa (10/4).

 

Sekretaris BPPRD Sri Amanto menjelaskan, target PAD Kota Metro tahun 2018 sebesar Rp.136.386.374.028, sedangkan target PBB sebesar Rp. 3.232.431.310 atau 2,37 persen dari target PAD tahun 2018. Sedangkan, realiasasi PBB sampai tanggal 31 Maret 2018 sebesar Rp. 159.685.480 atau 4,94 persen.

 

“Realisasi PAD 2017 mengalami over target yaitu sebesar Rp. 154.586.342.894 dari target Rp. 146.081.781.599 atau lebih Rp. 8.504.561.295. Sedangkan target PBB 2017 terealisasi Rp. 2.629.263.244 dari target Rp. 3.232.431.310 atau 81,34 persen,” jelasnya.

 

Dikatakanya, BPPRD tahun 2018 ini membuat inovasi untuk meningkatkan PAD khususnya PBB P2 yakni dengan membentuk Satgas PBB P2 tingkat kelurahan dan tim validasi piutang PBB P2, sekaligus membentuk tim penyempurnaan zona nilai tanah (ZNT).

 

“Selain itu kami juga akan meningkatkan pelayanan untuk pajak BPHTB dan pajak hotel dengan menerapkan sistem online dan menyusul tahun 2019 untuk pajak restoran, pajak parkir, dan reklame,” katanya.

 

Selain itu, BPPRD juga akan memberikan undian berhadiah bagi wajib pajak yang telah lunas PBB sampai tanggal 30 Juni 2018. Hadiahnya, yakni sepeda motor, sepeda, kulkas, TV, mesin cuci, dispenser, peralatan elektronik dan lainya.

 

“Pengundian hadiah ini akan dilakukan pada saat acara Metro Fair 2018. Ini sebagai salah satu upaya agar para wajib pajak untuk membayar PBB,” terangnya.

 

Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, Pemkot Metro mengapresiasi diadaknya pekan panutan PBB P2. Sebab, hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan Kota Metro.

 

“PBB adalah salah satu sektor PAD. Kalau kita mau Metro ini baik, Metro ini maju, ayo sama-sama bayar PBB. Harusnya memang sering dilakukan sosilisasi seperti ini,” katanya.

 

Dikatakanya, pemberian hadiah kepada wajib pajak yang sudah melunasi PBB hingga 30 Juni 2018 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan realiasasi PAD.

 

“Ini pemerintah memberikan solusi untuk wp yang membayar pajak akan diberikan hadiah. Pajak itu adalah wajib, kalau tidak bayar pajak ada dendanya,” paparnya.

 

Pihaknya meminta camat, lurah, RW dan RT untuk harus terus mensosilisasikan masyarakat untuk membayar PBB. Sebab, PBB merupakan salah satu komponen PAD Kota Metro.

 

“Kepada camat dan lurah, SPPT harus segera dibagikan kepada masyarakat. Kalau tidak sesuai dengan nama dan alamat, segera kembalikan untjk bisa direvisi,” tandasnya. (HN)

LEAVE A REPLY