Tahun 2017, BPKAD Selamatkan 17 Aset Tanah Pemkot

0
698
Kepala BPKAD Kota Metro Supriyadi.

METRO – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro berhasil menggagalkan aset tanah milik pemkot yang hendak disertifikat oleh masyarakat pada tahun 2017 lalu. Totalnya, mencapai 17 bidang tanah mulai dari ladang maupun sawah.

Kepala BPKAD Supriyadi menjelaskan, luas dari 17 aset tanah tersebut yang berhasil diselamatkan mencapai kurang lebih 1 Ha.

“Itu sama masyarakat sudah diajukan sertifikasi di BPN. Kita gagalkan. Ya sekarang sudah kita sertifikat milik pemkot. Kalau yang di tahun 2018 ini baru ada beberapa yang kita gagalkan,” jelas dia ketika dikonfirmasi, Selasa (28/8).

Saat ini, lanjut dia, BPKAD terus melakukan pendataan aset tanah milik pemda. Pasalnya, masih banyak aset tanah yang masih belum disertifikasi.

“Masih ada kurang lebih 100 an hektare. Maka saya tekankan ke bidang aset, data yang tidak bermasalah, perkelurahan, kemudian perkecematan. Setelah itu baru ke yang bermasalah. Kalau nanti bermasalah itu urusan bagian pemerintahan dan hukum,” paparnya.

Dikatakanya, pada bulan Oktober nanti, BPKAD bekerjasama dengan KPKNL untuk mengukur aset milik pemkot. Nantinya, KPKNL juga akan mengukur nilai aset tersebut.

“Itu dibulan Oktober nanti.┬áTahun 2019 kita akan buat tim terpadu lintas sektoral. Itu nanti ada dari kepolisian, Kodim, PM, Kejaksaan. Nanti kalau ada permasalahan mereka yang akan menyelesaikan,” katanya.

Ditambahkanya, setelah dilakukan pendataan oleh KPKNL masyarakat yang selama ini menggarap tanah milik pemda diminta untuk membayar ke pemkot. Sebab, selama ini ketika panen, hasil panen dinikmati 100 persen oleh penggarap.

“Selama ini kalau sawah, mereka ketika panen dinikmati 100 persen. Nanti setelah dilakukan pendataan, mereka harus membayar ke pemda. Mereka transfer, nah bukti transfernya ke kita pegang,” tutupnya. (HN)

LEAVE A REPLY