Pemkot Metro Gelar Seminar Pendidikan

0
357

 

Wali Kota Metro Achmad Pairin memukul gong tanda dibukanya seminar pendidikan.

 

METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar seminar pendidikan di gedung Graha Suka Metro, Kamis (6/9).

Wali Kota Metro Achmad Pairin dalam sambutanya mengatakan, seminar pendidikan ini dilaksanakan untuk membicarakan permasalahan pendidikan di Kota Metro. Ini, sebagai langkah untuk memajukan pendidikan di Bumi Sai Wawai.

“Sebagai Kota Pendidikan sudah sepatutnya bila pembangunan manusia di Kota Metro terus mengalami kemajuan. Ini ditandai dengan meningkatnya indeks IPM Kota Metro sejak tahun 2010. Dan ditahun 2017 ini IPM kita mencapai 75,87 yang merupakan IPM tertinggi se Provinsi Lampung,” katanya.

Kepala Bappeda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo menjelaskan, dalam seminar tersebut yang dikedepankan yakni pendidikan karakter. Dalam pendidikan karakter ini, perlu adanya kerjasama antara orang tua, sekolah dan siswa itu sendiri.

“Ini nanti yang akan diterapkan di Kota Metro. Sebetulnya sudah mulai diterapkan. Tetapi ini lebih ditekankan lagi. Yang diutamakan itu kejujuran siswa, sopan santun dan lainya. Ini perlu kerjasama semua pihak,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber seminar Prof. Dr. H. Arief Rachman, M. Pd, guru Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Harian Komnas Indonesia untuk UNESCO menuturkan, yang menjadi pembahasan dalam seminar tersebut yakni bagaimana meningkatkan kinerja dan profesionalitas tenaga pendidik.

“Jadi bagaiamana membuat suasana pembelajaran itu menyenangkan. Dengan begitu, potensi anak baik itu potensi spiritual, akal, perasaan, jasmani dan sosial akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya,” tuturnya.

Ditambahkanya, dalam pendidikan karakter tidak boleh hanya dibebankan kepada sekolah. Sebab, dalam pendidikan karakter dibentuk oleh tiga lembaga yakni keluarga, sekolah dan juga masyarakat.

“Kalau di keluarganya sendiri terjadi penyimpangan pendidikan karakter, contohnya orang tuanya berbohong maka akan ikut. Jadi pendidikan karakter itu bukan hanya disekolah,” tutupnya. (HN)

LEAVE A REPLY